Friday, February 18, 2011

Tanda-tanda cinta kepada Allah


بسم الله الرحمن الرحيم

Banyak orang mengaku mencintai Allah, tetapi mereka harus mempertanyakan kembali, semurni apakah kecintaan mereka itu? Kecintaannya harus diuji, di antaranya dengan tidak membenci kematian, kerana seorang "teman" tidak akan takut bertemu "teman"nya. Nabi s.a.w. bersabda, "Siapa yang ingin melihat Allah, Allah pun ingin melihatnya." Memang benar, seorang pencinta Allah yang ikhlas mungkin saja takut akan kematian sebelum tuntas mempersiapkan dirinya untuk kehidupan akhirat. Namun, jika ia benar-benar ikhlas, pasti ia akan bersemangat mempersiapkan diri. Jadi, salah satu tanda bahawa seseorang mencintai Allah adalah tidak takut mati.

Tanda berikutnya adalah kesediaan seseorang untuk mengorbankan segala hasrat dan kehendaknya demi mencapai kehendak Allah. Ia harus mengikuti dan melaksanakan segala sesuatu yang dapat mendekatkannya pada Allah seraya menjauhkan diri dari segala yang menjauhkannya dari Allah.

Kendati demikian, orang yang pernah melakukan dosa tidak lantas divonis tidak mencintai Allah sama sekali. Keberdosaannya itu semata-mata membuktikan bahawa ia tidak mencintai~Nya sepenuh hati. Wali Fudhail berkata kepada seseorang, "Jika ada yang bertanya kepadamu, cintakah engkau kepada Allah, diamlah; kerana jika kau jawab, 'Aku tidak mencintai-Nya,' kau telah kafir; dan jika kau jawab, 'Ya, aku mencintai~Nya,' bererti kau dusta kerana banyak perbuatanmu yang bertentangan dengan pengakuanmu."

Tanda yang ketiga adalah fikiran yang selalu hidup dan segar berkat zikir kepada Allah. Setiap saat, ingatan kepada~Nya tak pernah lepas dari fikirannya. Seorang pencinta pasti akan terus mengingati kekasihnya. Dan jika cintanya itu sempurna, tentu ia tidak akan pernah melupakan~Nya. Meski demikian, mungkin saja cinta kepada Allah tidak menempati tempat utama di hati seseorang, namun kecintaan akan cinta kepada Allah menguasai hatinya. Kedua hal itu, cinta kepada Allah dan kecintaan akan cinta kepada~Nya, sungguh berbeda.

Tanda cinta kepada Allah yang keempat adalah mencintai Al-Quran, firman Allah, dan mencintai Muhammad Nabiyullah. Lalu, jika cintanya benar-benar kuat, ia akan mencintai semua manusia, kerana mereka semua adalah hamba Allah. Bahkan, cintanya akan meliputi seluruh makhluk, kerana orang yang mencintai seseorang akan mencintai karya-karya cipta dan hasil tangannya.

Tanda yang kelima adalah adanya hasrat yang kuat untuk beruzlah demi tujuan ibadah. Seorang yang mencintai Allah senantiasa mendambakan datangnya malam agar bisa berhubungan dengan Temannya tanpa halangan. Jika ia lebih menyukai bercakap-cakap di siang hari dan tidur di malam hari daripada melakukan uzlah seperti itu, bererti cintanya tidak sempurna. Allah berkata kepada Daud a.s., "Jangan terlalu dekat dengan manusia, kerana ada dua jenis manusia yang jauh dari kehadiran~Ku, iaitu orang yang bernafsu mencari imbalan namun semangatnya kendur setelah mendapatkannya, dan orang yang lebih menyukai fikiran-fikirannya sendiri dari mengingat~Ku. Tanda-tanda keengganan~ku adalah Aku membiarkannya sendirian."

Sebenarnya, jika cinta kepada Allah benar-benar menguasai hati manusia, kecintaan kepada segala sesuatu yang lain (selain Allah) akan sirna. Dikisahkan bahawa seorang Bani Israil biasa solat di malam hari. Tetapi ketika melihat seekor burung yang selalu bernyanyi dengan merdu di atas sebatang pohon, ia mulai solat di bawah pohon itu agar dapat menikmati nyanyian burung itu. Allah memerintahkan Daud a.s. untuk mengunjunginya dan berkata kepadanya, "Engkau telah mencampurkan kecintaan kepada seekor burung yang merdu dengan kecintaan kepada~Ku sehingga tingkatanmu di antara para wali melorot jatuh." Di lain pihak, ada orang yang sangat mencintai Allah hingga ketika sedang beribadah kepada~Nya dan rumahnya terbakar habis, ia tidak menyedarinya sama sekali.

Tanda yang keenam adalah perasaan riang dan mudah untuk beribadah. Seorang wali berkata, "Selama tiga puluh tahun pertama aku menjalankan ibadah malamku dengan susah payah, tetapi tiga puluh tahun kemudian bahkan aku sangat menyukainya." Jika kecintaan kepada Allah sudah sempurna, tak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan beribadah kepada~Nya.

Tanda ketujuh adalah mencintai orang yang menaati~Nya dan membenci orang yang kafir dan orang yang tidak taat, sebagaimana dikatakan Al-quran: "Mereka bersikap keras kepada orang kafir dan saling mengasihi di antara sesamanya." Nabi saw. pernah bertanya kepada Allah, "Ya Allah, siapakah pencinta-pencinta~Mu?" Dia menjawab, "Orang yang berpegang erat kepada~Ku layaknya seorang anak yang kepada ibunya; yang berlindung dalam mengingat~Ku sebagaimana seekor burung mencari perlindungan di sarangnya; dan orang yang murka melihat perbuatan dosa, layaknya seekor singa ketika marah; ia tidak takut kepada apa pun."

Wallahua'lam...



Sumber : Imam al-Ghazali
Bahagia Sentiasa : Kimia Ruhani Untuk Kebahagiaan Abadi [PT Serambi]
diterjemahkan dari The Alchemy of Happiness [J. Murray, London],
dengan merujuk edisi bahasa Arab, Kimiyyah al-Sa'adah [Dar al-Fikr].

Friday, February 11, 2011

Kekasih kita Muhammad s.a.w.


بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُّمَ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلّمِ

Terbitlah purnama kepada kita
Dengan terbitnya tenggelam seluruh bulan lainnya
Rupawan seindah wajahmu tak pernah kami menyaksikannya
Wajah ceria penuh sukacita

Engkau mentari, engkaulah purnama
Engkau cahaya di atas segala cahaya
Engkau pembangkit semangat dan daya
Engkau lentera hati kita

Wahai kekasihku wahai Muhammad junjunganku
Wahai bintang dari Timur dan Barat
Wahai engkau sang pendukung wahai yang terpuji
Wahai imam dua kiblat

Siapa yang sempat melihat wajahmu betapa untungnya
Wahai engkau yang berbudi mulia pada orangtua
Mata airmu yang sejuk dan suci
adalah tempatku mereguk minum di hari kebangkitan nanti

Kami tak pernah melihat unta-unta
dari mana pun asalnya berjalan gembira
kecuali saat mereka menujumu semata
Awan-awan melindungimu
Dan tuan rumah mulia melimpahkan segala
Hadiah kehormatan bagimu saja

Pepohonan mendatangimu menitikkan airmata
merundukkan diri antara dua tanganmu
Dan kijang-kijang yang melesat itu wahai kekasihku
Mereka pun datang untuk perlindunganmu

Bila semua kafilah telah siap sedia
saat keberangkatan telah diumumkan bagi semua
‘Kudekati mereka dengan basah airmata
sembari berkata, “Tunggu sejenak, wahai tuan,
dan kirimkan untukku beberapa surat ini saja..”
Wahai rasa rindu yang tak tertanggungkan

Di tengah tujuan nampak rumah-rumah hunian
Waktunya malam hari dan saat awal subuh sekali
Di puncak gembira semua makhluk di alam raya ini
Untukmu wahai pemuda berdahi rupawan berseri
Cinta mereka bagimu sungguh tak ada yang memadai
Penuh tunggu penuh rindu
dalam kehadiran aura jiwamu
Umat manusia yang ada di mana-mana laksana terpana

Engkaulah penutup seluruh nabi
Dan pada Dia Tuhanmu bersyukur engkau tiada henti
Hamba-hambamu ini wahai Tuhan amat mengharapkan
seluruh rahmatmu berlimpah baginya tanpa henti

Fikiran kami tentang dirimu junjunganku Muhammad
senantiasa luhur dan suci
Wahai pembawa berita gembira wahai pemberi peringatan
bagi umat manusia
Bantu aku ya Allah dan lindungi aku
Wahai yang mampu melindungi seksa api neraka
Wahai yang mampu menolong dan tempat kami berlindung
di saat-saat malapetaka harus ditanggung

Sukacitalah sang hamba yang telah merasakan erti
bahagianya merdeka
dari segala pedih dan cemas atasmu Muhammad kekasih hati
yang cahayanya begitu terang layaknya purnama
bagimu seluruh kebaikan sempurna

Dibanding dirimu tak ada lagi yang lebih suci
Wahai datuk baginda Husain
Bagimu seluruh rahmat Allah semata
terus menerus melimpah sepanjang masa

Wahai engkau yang darjatnya tinggi diangkat
Maafkan segala dosa yang kami buat
dan maafkan segala kesalahan kami
Engkau Pemurah, Pemaaf bagi segala salah
dan segala laku tercela

Engkau yang memaafkan semua dosa
Engkau yang meluruskan jalan kami yang menyimpang
yang mengetahui semua rahsia
Bahkan yang paling dalam dari semua rahsia
Engkau yang menjawab semua doaku

Tuhanku, kasihi semua hambamu ini
melalui jalan kebajikan dan kebaikan
Semoga rahmatMu tercurah bagi Ahmad
rahmat melebihi seluruh baris
yang pernah ditulis

Aku berdoa bagi Muhammad yang selalu dalam bimbingan~Nya
Pemilik wajah cahaya wajah yang berkilau laksana sang surya
Malam hari kelahirannya bagi Islam adalah saat sukacita
saat semua berbangga

Hari itu anak perempuan Wahab
Memperoleh berkah kebesaran tak wanita lain pun
pernah mendapatkan
Dia pun mendatangi kaumnya lebih anggun
bahkan dari Maryam wanita yang perawan selamanya

Masa kelahirannya adalah masa kederhakaan pada puncaknya
dan kelahirannya adalah puncak bencana bagi para penderhaka

Namun dalam suasana kebahagiaan penuh sukacita
Yang berjalan tanpa henti-hentinya
Khabar baik itu datang juga
Telah lahir seorang Muhammad
Peribadi yang selalu berada dalam bimbingan~Nya
dan masa bahagia
Serta yang di atasnya semua bahagia
datanglah pada akhirnya.


Petikan bait-bait syair buku Maulud Barzanji,
Sayyid Ja'far bin Hasan bin Abdul Karim Al-Barzanji

Monday, January 17, 2011

Sujud Tilawah


بسم الله الرحمن الرحيم

Ibadah sujud di luar daripada solat ada DUA iaitu Sujud Tilawah dan Sujud Syukur. Insya Allah pada kesempatan ini marilah kita sama-sama cuba memahami apakah sujud tilawah.

Sujud tilawah adalah sunat dan sangat dituntut menurut pendapat jumhur ulama. Sujud tilawah terdiri daripada beberapa perkara seperti istilah, syarat, rukun, dan perkara sunat. Mari kita ulas satu persatu tentang perkara-perkara tersebut.

ISTILAH : Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan di luar solat apabila kita berjumpa dengan ayat-ayat sajdah, sama ada dibaca oleh diri sendiri atau didengar daripada orang lain.

Namun begitu sebarang bentuk rakaman seperti CD, kaset, TV, video, dan sebagainya, harus hukumnya melakukan sujud tilawah mahupun bertasbih. Harus di sini bermaksud pahala tiada, dosa pun tiada.

Ayat sajdah ialah ayat yang mempunyai perkataan sujud di dalamnya yang membawa maksud tertentu. Bagi kita orang Melayu yang tidak faham bahasa Al-Quran, terdapat cara yang tertentu untuk kita mengenali ayat-ayat sajdah ini.

Jika dalam Mashaf Uthmani (Quran Al-Karim), terdapat tanda seakan-akan kubah masjid di tempat yang perlu dilakukan sujud tersebut. Manakala bagi Quran Al-Majid (Quran lama) pula, ditulis perkataan 'sajdah' di bahagian tepi ayat tersebut dalam tulisan jawi.

SYARAT - Syarat-syarat yang perlu ada sebelum melakukan sujud tilawah:

1. Ayat itu hendaklah dibaca sehingga habis. Untuk memudahkan kita, pihak pencetak Quran telah membuat tanda kubah masjid (bagi mashaf uthmani) atau perkataan ‘sajdah‘ (bagi quran al-majid). Jangan sekali-kali sujud sebelum sampai kepada tanda tersebut.

2. Suci dari hadas, iaitu tutup aurat dan berwudhuk. Sekiranya tiada wudhuk, dan tiada juga niat dari awalnya (contohnya kita terdengar seseorang membacanya), sujud tilawah ini boleh digantikan dengan tasbih 4x (SubhanaLlah walhamduliLlah walailahaillaLlah waLlahuakbar). Pahalanya pula sama dengan sujud tilawah yang sempurna.

3. Tidak lama masa di antaranya, iaitu antara bacaan ayat sajdah tersebut dengan sujud tilawah yang hendak kita lakukan itu.

4. Mengadap kiblat. Tidak mengapa sekiranya ayat itu dibaca dengan tidak mengadap kiblat, cuma alihkan Quran (sekiranya ada) dan pusingkan tubuh supaya mengadap kiblat sebelum melakukan sujud tilawah.

RUKUN - Rukun adalah perkara yang mesti dilakukan untuk menjadikan perbuatan kita ini adalah sujud tilawah. Tertinggal salah satu bermakna tiadalah fadhilat yang akan kita perolehi. Boleh jadi jatuh kepada berdosa pula.

1. Niat beserta takbiratul ihram
2. Berdiri atau duduk
3. Sujud sekali
4. Salam pertama

PERKARA SUNAT

1. Angkat kedua-dua belah tangan ketika takbiratul ihram
2. Bertakbir (Allahu Akbar) ketika turun untuk sujud
3. Membaca ayat sujud sajdah:

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
(Aku bersujud dengan wajahku kepada Dzat yang telah merupakan dan menciptakannya, dan menciptakan pendengaran dan penglihatannya dengan kekuatannya. Maha memberkati Allah, sebaik-baiknya pencipta)

4. Bertakbir ketika bangkit dari sujud
5. Salam yang kedua

Terdapat lima belas tempat di dalam Al Quran yang disunatkan pembaca atau pendengar untuk bersujud. Ayat-ayat Sajdah di dalam Al Quran, antaranya ialah Surah Al-A’Raaf Ayat 206, Surah Ar-Ra’d Ayat 15, Surah An-Nahl Ayat 50, Surah Al-Israa Ayat 109, Surah Maryam Ayat 58, Surah Al-Hajj Ayat 18, Surah Al-Hajj Ayat 77, Surah Al-Furqaan Ayat 60, Surah An-Naml Ayat 26, Surah As-Sajdah Ayat 15, Surah As-Saad Ayat 24, Surah Fussilat Ayat 38, Surah An-Najm Ayat 62, Surah Al-Insyiqaq Ayat 21 dan Surah Al-Alaq Ayat 19.

FADHILAT

1. Syaitan menangis semasa kita sujud. Diceritakan dalam hadith dari Abu Hurairah (r.a.): Ertinya “Apabila anak Adam membaca ayat sajdah, dan ia sujud, maka Syaitan akan melarikan dirinya serta menangis lalu berkata: celaka ia, diperintah untuk sujud lalu ia sujud, dan baginya Syurga, dan aku pernah disuruh sujud tapi aku enggan dan bagiku neraka” (Riwayat Muslim, Kitab al-Iman, no 133; dan Ibn Majah)

2. Salah satu cara untuk mendapatkan khusyuk dalam solat.

3. Salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Ini kerana sehina-hina dan serendah-rendah martabat kita adalah sewaktu kita sujud kepada~Nya.

Wallahu a’lam

Bulan tak pernah melanggar hukum. Malam tak pernah cemburukan siang. Bumi tidak merungut tentang kedudukannya rendah dari langit. Namun manusia sering melanggar batasan, cemburu pada kelebihan insan, mengeluh tentang kekurangan. Wujudkan sifat-sifat makhluk Allah ini, biarpun tanpa akal mereka lebih 'berakal' dari kita dalam mentaati Pencipta.