الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على أشرف المرسلين
وعلى آله وصحبه أجمعين
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata,
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ
قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ
“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah,
penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang
dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata,
“Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya
di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main.
Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian,
yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr).”
(HR. An Nasai dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim
sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).
Kalau dikatakan bahwa dua hari raya di atas (Idul Fithri dan Idul Adha)
yang lebih baik, maka selain dua hari raya tersebut tidaklah memiliki
kebaikan. Sudah seharusnya setiap muslim mencukupkan dengan ajaran Islam
yang ada, tidak perlu membuat perayaan baru selain itu. Karena Islam pun
telah dikatakan sempurna, sebagaimana dalam ayat,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”
(QS. Al Maidah: 3).
Kalau ajaran Islam sudah sempurna, maka tidak perlu
ada perayaan baru lagi.
SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI MAAF ZAHIR DAN BATIN..
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ
قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ
“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah,
penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang
dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata,
“Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya
di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main.
Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian,
yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr).”
(HR. An Nasai dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim
sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).
Kalau dikatakan bahwa dua hari raya di atas (Idul Fithri dan Idul Adha)
yang lebih baik, maka selain dua hari raya tersebut tidaklah memiliki
kebaikan. Sudah seharusnya setiap muslim mencukupkan dengan ajaran Islam
yang ada, tidak perlu membuat perayaan baru selain itu. Karena Islam pun
telah dikatakan sempurna, sebagaimana dalam ayat,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”
(QS. Al Maidah: 3).
Kalau ajaran Islam sudah sempurna, maka tidak perlu
ada perayaan baru lagi.
SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI MAAF ZAHIR DAN BATIN..


