Sunday, March 22, 2026

Aidil Fitri



بسم الله الرحمن الرحيم

 الحمد لله رب العالمين

والصلاة والسلام على أشرف المرسلين
وعلى آله وصحبه أجمعين


Ketika matahari di ufuk terakhir Ramadan perlahan mulai tenggelam, ada rasa yang tak menentu menyelinap di relung kalbu. Ada sesak yang tertahan saat menyadari bahwa bulan yang penuh limpahan pahala akan segera pergi. Kita berdiri di ambang pintu perpisahan, menatap sajadah yang masih menyimpan bekas sujud, teringat akan tarawih yang mungkin kurang khusyuk, atau tadarus yang terkadang terburu-buru dan teringat akan butiran doa yang kita langitkan di sepertiga malam.


Ada ketakutan yang merayap: “Sudahkah Tuhan memaafkanku? Ataukah Ramadan ini berlalu tanpa bekas?” Namun, di tengah kemelut rasa rindu yang mulai tumbuh sebelum ia benar-benar pergi, Sang Khalik tidak membiarkan hamba-Nya terkubur dalam kesedihan.


Di balik tabir langit, skenario kemuliaan sedang dipersiapkan. Sebagaimana dikabarkan melalui lisan suci Baginda Nabi ﷺ: «إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ اخْتَارَ مِنَ الْأَيَّامِ أَرْبَعَةً» (Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memilih empat hari istimewa dari hari-hari yang ada) Idulfitri adalah salah satu permata dari empat hari tersebut. Ia adalah:


1. Lailatul Ja’izah: Malam Hadiah bagi Jiwa yang Lelah

«فَإِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ الْفِطْرِ سُمِّيَتْ تِلْكَ اللَّيْلَةُ لَيْلَةَ الْجَائِزَةِ»

Di saat bumi riuh dengan gema takbir dan kesibukan mempersiapkan perayaan, langit justru menamakannya sebagai "Malam Hadiah". Inilah malam sunyi yang sakral, di mana Allah memandang hamba-hamba-Nya bukan lagi sebagai penguji, melainkan sebagai Raja yang Maha Dermawan. Setiap sujud yang kau lalui dengan kantuk, setiap ayat yang kau baca dengan terbata-bata, dan setiap sedekah yang kau beri dengan sembunyi-sembunyi, semuanya dihargai dengan hadiah yang tak ternilai: Ridha-Nya.


2. Seruan Malaikat di Persimpangan Jalan

«اخْرُجُوا إِلَى رَبٍّ كَرِيمٍ، يُعْطِي الْجَزِيلَ، وَيَغْفِرُ الذَّنْبَ الْعَظِيمَ»

Begitu fajar Syawal menyingsing, bumi dipenuhi oleh tamu-tamu tak kasat mata. Para malaikat turun dari setiap penjuru langit, berdiri di mulut-mulut jalan, memanggil kita dengan suara yang mengguncang arasy namun lembut bagi jiwa yang beriman. Mereka mengajak kita melangkah menuju Sang Kerajaan Cinta, Tuhan yang tak pernah bosan memberi meski kita sering lupa meminta, Tuhan yang saking luas ampunan-Nya, mampu melenyapkan gunung dosa hanya dengan satu hembusan kasih sayang-Nya.


3. Persaksian Agung di Hadapan Penduduk Langit

«عِبَادِي صَامُوا شَهْرَهُمْ، وَخَرَجُوا إِلَى عِيدِهِمْ، يَطْلُبُونَ أَجْرَهُمْ، أُشْهِدُكُمْ أَنِّي غَفَرْتُ لَهُمْ» 


Inilah momen paling mengharukan dalam kehidupan seorang mukmin. Saat kita duduk bersimpuh di lapangan salat Id, mengharap belas kasihan-Nya, Allah justru sedang membanggakan nama kita di hadapan para malaikat-Nya. Dia tidak memandang seberapa indah pakaianmu atau seberapa harum wewangianmu, tapi Dia melihat bekas-bekas perjuanganmu selama sebulan. Dengan segala keagungan-Nya, Dia bersaksi kepada penghuni langit: "Saksikanlah, Aku telah mengampuni mereka." Adakah kemenangan yang lebih besar daripada pengampunan Tuhan di hari kemenangan?


4. Kepulangan Sang Pemenang

«يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ارْجِعُوا فَقَدْ بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ»

Puncak dari segala kebahagiaan adalah saat kita melangkah kembali ke rumah. Kita tidak pulang dengan tangan hampa. Malaikat-malaikat itu mengiringi langkah kita sembari membisikkan janji langit: "Pulanglah kalian dalam keadaan suci." Segala catatan hitam di masa lalu tidak hanya dihapus, melainkan disulap oleh kemurahan Allah menjadi catatan kebaikan. Kita pulang bukan hanya sebagai hamba yang dimaafkan, tapi sebagai kekasih yang kembali dicintai. Penutup Maka, izinkanlah Ramadan pergi dengan tenang, karena ia telah menuntaskan tugasnya untuk membentukmu. Kini, sambutlah Idulfitri dengan kerendahan hati. Resapilah setiap takbir yang kau ucapkan, karena di setiap Allahu Akbar terdapat pengakuan bahwa hanya Dia yang Maha Besar, dan kita hanyalah hamba kecil yang tak berdaya tanpa ampunan-Nya.


Referensi: Tanbihul Ghafilin hlm. 254







Tuesday, March 10, 2026

Puasa


بسم الله الرحمن الرحيم

 الحمد لله رب العالمين

والصلاة والسلام على أشرف المرسلين
وعلى آله وصحبه أجمعين


Rasulullah saw bersabda:


“Puasa dan (rajin membaca) al-Qur’an, kelak pada hari Kiamat
dapat memberikan syafaat (pertolongan) kepada hamba.


Puasa kelak akan berkata: “Ya Allah, ia telah menahan dirinya dari
makanan dan hawa nafsunya, maka jadikanlah saya sebagai penolongnya”.


Al-Qur’an juga kelak akan berkata: “Ya Allah, ia telah rela
meluangkan waktunya untuk tidak tidur pada malam hari
(kerana membaca al-Qur’an), maka jadikanlah saya sebagai
penolongnya (pemberi syafa’at)”.


Lalu puasa dan al-Qur’an pun, berkat idzinNya,
menjadi penolong bagi hamba tersebut”


(HR. Ahmad dan Hakim)






Thursday, December 04, 2025

Hairan


بسم الله الرحمن الرحيم

 الحمد لله رب العالمين

والصلاة والسلام على أشرف المرسلين
وعلى آله وصحبه أجمعين

 

Kuhairan orang yang membanggakan rupanya
Dulu ia air yang menjijikkan
Kelak, segala kecantikan itu
Menjadi bangkai busuk di kuburnya


Ku mempunyai teman cinta dunia
Banyak kesalahan dari kebenaran yang ia ada
Lebih keras dari kumbang kepala
Berjalan lebih sombong dari burung gagak


Ku berkata pada orang yang sombong
Temanku mati tidak boleh kembali
Wahai orang yang dihadang kematian
Mengapa tidak mahu merendahkan diri


Wahai orang sombong keterlaluan
Kita adalah selonggok tanah
Kehidupan ini hanyalah permainan
Setiap langkah menuju pada kematian


~ Zun-Nun al-Misri~