Friday, April 22, 2016

Teruskan ketaatan...


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على أشرف المرسلين
وعلى آله وصحبه أجمعين


Assalamualaikum... :-)

Melakukan amal ibadah, amal soleh dan seluruh perbuatan baik secara terus menerus,
setahap demi setahap, ibarat membangun benteng diri yang kukuh.

Mengurus batu-bata satu persatu secara terus menerus hingga akhirnya
berdirilah sebuah bangunan yang megah. Inilah amal yang dicintai Allah,
yakni melakukan kebaikan dan ibadah tanpa henti meskipun hanya sedikit.

Beramal sedikit demi sedikit tetapi terus menerus juga ibarat :

* Menanam benih pohon.
* Memberinya baja.
* Menyiraminya dengan air.

Pohon itu adalah jiwa kita sendiri.
Baja dan airnya adalah amal-amal ibadah dan keimanan.
Sedikit dalam beramal yang dilakukan terus-menerus juga
sama dengan memupuk dan menyiram pohon iman sehingga
ia akan tetap tumbuh segar dan tidak layu. Hasilnya,
jiwa terus terangkat menuju darjat yang lebih baik
serta menjejaki tangga-tangga ke arah kesempurnaan.

Wallahu a'lam

Friday, March 18, 2016

Umrah ke umrah...


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على أشرف المرسلين
وعلى آله وصحبه أجمعين


Daripada Abi Hurairah r.a., katanya:


Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam:
'Umrah kepada 'umrah mengkafaratkan dosa antara keduanya,
dan haji yang mabrur tiada baginya balasan melainkan syurga.
(Hasan Shahih)


Ketahuilah kiranya, ya saudaraku!
Telah dikeluarkan oleh Abu 'Isa At-Tirmidzi akan satu hadith, insya' Allah Ta'ala.
Bermula hadith yang dikeluarkan oleh Abu 'Isa itu begini, katanya:
Diriwayatkan daripada seorang sahabat Nabi s.a.w. yang masyhur 'alimnya dan
menanggung banyak hadith daripada Nabi s.a.w. katanya: Telah bersabda Rasulullah s.a.w.,
Bermula 'umrah kepada satu 'umrah itu mengkafaratkan dosa antara keduanya.


Maka barangsiapa mengerjakan dua 'umrah, seperti dikerjakannya tiap-tiap
tahun itu satu 'umrah. Maka 'umrahnya itu menjadikan terampun dosa yang
ada terbuat di antara dua 'umrahnya itu.


Wallahu a'lam


Friday, November 13, 2015

Rezeki itu jaminan Allah...


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على أشرف المرسلين
وعلى آله وصحبه أجمعين


Syekh Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandari menasihatkan,
“Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu (oleh Allah)
dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dibebankan kepadamu,
itu merupakan tanda butanya bashirah (mata batin).”

Penjelasan :

Nasihat bijak ini memberikan pemahaman kepada kita, bahawa sebaiknya jangan
memaksakan diri untuk mengejar apa yang sesungguhnya telah dijamin oleh Allah Ta’ala
atas seluruh makhluk ciptaan~Nya.

Sebagaimana disebut oleh Allah Ta’ala dalam sebuah firman-Nya,
“Dan berapa banyak binatang melata yang tidak (mampu) membawa (mengurus)
rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberikan rezeki kepadanya dan kepadamu,
juga Dia Mahamendengar lagi Maha Mengetahui.” (Surah al-Ankabuut : 60)

Juga firman Allah Ta’ala yang lain,
“Kami (Allah) tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.
Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (Surah Thaahaa : 132)

Seorang bijak yang bernama Ibrahim al-Khawwash pernah berkata,
“Janganlah memaksakan diri untuk mencapai apa yang telah dijamin (untuk dicukupi),
dan jangan menyia-nyiakan (mengabaikan) apa yang telah diamanahkan (diwajibkan)
kepadamu untuk memenuhinya.”

Dalam sebuah hadith, Rasulullah s.a.w., bersabda,
“Sesungguhnya Allah sangat mencintai seorang hamba yang apabila melakukan suatu pekerjaan,
maka ia melakukannya dengan sebaik-baiknya.” (HR Abu Ya’la dan al-Asykari)

Wallahu a'lam..