Friday, November 15, 2013

Kegelapan dan penerangnya..



بسم الله الرحمن الرحيم


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Segala puji-pujian bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam.
Selawat dan salam atas junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w. serta keluarganya,
sekalian para sahabat dan mereka yang mengikut jejak langkah di atas
jalan suci ini dengan penuh ketenangan dan istiqamah.


Sayyidina Abu Bakar r.a. mengatakan,
bahawa kegelapan itu ada LIMA
dan lampunya pun ada LIMA iaitu :


Pertama, Cinta akan dunia adalah suatu kegelapan dan
lampu penerangnya adalah Taqwa.


Kedua, Dosa adalah suatu kegelapan dan
lampu penerangnya adalah Taubat.


Ketiga, Kubur adalah kegelapan dan
lampu penerangnya adalah bacaan Kalimat,
لَااِلَهَ اِلَّااللهُ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Keempat, Akhirat adalah kegelapan dan
lampu penerangnya adalah Amal Saleh.


Kelima, Shirat Al-Mustaqim adalah suatu kegelapan dan
lampu penerangnya adalah keyakinan.


Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Cinta akan dunia adalah sumber kesalahanmu." (HR Al-Baihaqi)


Imam Al-Ghazali mengomentari hadis tersebut dengan mafhum
mukkhalafahnya sebagai berikut:

"Sebagaimana dikatakan bahawa mencintai dunia itu adalah sumber
segala kesalahan, maka membenci dunia adalah segala kebaikan."


Wallahu a'lam...


Rujuk Kitab Nashaihul Ibad karangan Ibnu Hajar Al-Asqalani


Friday, November 08, 2013

Qalbu...


بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan fu'ad (hati) itu semuanya
akan ditanya tanggung jawabnya." (Surah al-Isra' 17:36)

Karena peranan qalbu terhadap anggota tubuh yang lain dan kedudukannya yang sangat penting bagaikan
seorang raja yang mengatur anak buahnya, di mana seluruh anggotanya tersebut bergerak dan bekerja
sesuai dengan perintah sang raja (qalbu/hati), maka Rasulullah s.a.w. bersabda :

"Ingatlah! Bahawa dalam tubuh itu ada segumpal darah. Bila ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya;
dan bila ia rosak, maka rosak jugalah seluruhnya. Itulah Qalbu!" (HR Bukhari dan Muslim)

Memeriksa (menghisab) dan mengubati penyakit-penyakit hati adalah suatu kewajiban setiap hamba
Allah Ta'ala, karena kita manusia Dia ciptakan hanyalah untuk beribadah lahir dan batin kepada~Nya,
karena itulah fitrah manusia.

Pembahagian Qalbu (Hati) :

1. Hati yang Selamat (Sehat)/Qalbun Saliim, adalah hati yang hanya dengannya manusia
dapat datang dan berjumpa Allah Ta'ala dengan selamat di hari Kiamat.

"Pada hari di mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat. Kecuali manusia yang datang
kepada Allah dengan hati yang selamat (sehat)." (Surah Asy-Syu'araa' 26:88-89)

Qalbu yang selamat ini adalah Qalbu yang selamat dari setiap hawa/keinginan/kehendak yang menyalahi
Kehendak/Perintah Allah Ta'ala, selamat dari setiap syubhat dan kesalahfahaman yang bertentangan
dengan Kebaikan (Kebenaran), sehingga sang Hati ini Selamat dari penghambaan kepada selain Allah Ta'ala,
dan Lepas dari perbuatan yang menjadikan hakim selain Rasulullah Saw. Sehingga akhirnya membuahkan
KEIKHLASAN dalam setiap perilaku (yang sesungguhnya pun merupakan rangkaian Ibadah) kita semata-mata
Hanya kepada Allah Ta'ala, penuh dengan segenap Mahabbah, Tunduk, Pasrah dan Tawakal, Taubat, Takut
dan Penuh Harap hanya kepada Allah Ta'ala.

2. Qalbu (Hati) yang mati, adalah hati yang tidak Mengenal Allah Ta'ala, tidak beribadah
kepada~Nya, dengan tidak menjalankan perintah dan hal apapun yang diredhai~Nya.

Hati yang seperti ini selalu berada dan berjalan bersama hawa/keinginan/kehendaknya, walaupun itu
dibenci dan dimurkai Allah Ta'ala. Ia tidak peduli apakah Allah Ta'ala redha kepadanya ataukah tidak.

Kebodohan dan kelalaian adalah supirnya. Ia diselubungi, dipenjara oleh kecenderungan dan kecintaannya
kepada dunia (iaitu hal-hal selain Allah Ta'ala dan Rasul~Nya). Hatinya telah ditutupi oleh selubung
kabut gelap cinta kehidupan dunia dan hawa nafsunya.

Ia tidak menyambut dan menerima panggilan Allah Ta'ala, seruan Allah Ta'ala, seruan tentang Hari Kiamat,
karena ia mengikuti syetan yang menunggangi hawa (nafsu)nya. Hawanya telah membuatnya tuli dan buta,
sehingga ia tidak tahu lagi manakah yang batil dan manakah yang haq. Maka berteman dan bergaul dengan
orang-orang yang hatinya telah mati seperti ini berarti mencari penyakit.

3. Qalbu (Hati) yang sakit, adalah hati yang Hidup namun mengandung Penyakit-penyakit.

Hati semacam ini mengandung 2 unsur :

Di satu pihak mengandung Iman, Ikhlas, Tawakal, Mahabbah, dan sejenisnya yang membuatnya menjadi hidup
namun di pihak lain mengandung kecintaan/kecenderungan kepada hawa (nafsu), seperti cinta/senang
pada kehidupan dunia, sombong, ego, harga diri tinggi, keluhan, iri (dengki), dan sifat-sifat lain
yang dapat mencelakakan dan membinasakannya.

Hati seperti ini diisi oleh 2 jenis santapan : santapan berupa seruan (panggilan) dan Perintah
Allah Ta'ala dan Rasul~Nya akan Hari Kiamat dan santapan lain berupa panggilan/kecintaan kepada dunia.
Yang akan disambutnya dari kedua seruan (panggilan) inilah yang paling dekat kepadanya.

Maka, Hati yang pertama itulah yang Selamat karena Sehat dari berbagai macam Penyakit Hati,
senantiasa Khusyu', Tunduk, bersifat Lembut. Sedangkan hati jenis kedua itulah hati yang mati,
dan hati jenis ketiga iaitu hati yang sakit karena mengandung Penyakit, yang mungkin bisa kembali
dengan selamat (Sehat) atau ia akan celaka (Mati).

Wallahu a'lam

Friday, November 01, 2013

Nafsu


بسم الله الرحمن الرحيم


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Engkau ciptakan Firaun, Haman dan Qarun
Mereka adalah sebesar-besar penderhaka terhadap~Mu
Namun Engkau kurniakan dunia seluruhnya kepada mereka
Itulah tandanya
Dunia ini tidak melebihi sebelah sayap nyamuk pada sisi~Mu


Tapi nafsu kami masih juga terliur
Melihat keagungan Firaun, kepintaran Haman dan kekayaan Qarun
Nafsu kami masih inginkan
Sayap nyamuk yang sebelah itu.


Nafsu sangat sabar menyembunyikan laparnya
Sesekali ia menghantar isyarat
Jika Engkau menjawab ia akan bangun
Di kala itu Engkau akan tertawan.


Nafsu umpama sebuah kenderaan
Enjinnya ialah tamak
Rodanya ialah dengki dan khianat
Seteringnya ialah tipudaya
Bila kenderaan ini berjalan
Ia meninggalkan asap kotor di belakang
Tetapi si pemandu asyik memandang ke hadapan
Tidak pernah melihat pencemaran yang ditinggalkan.


Nafsu adalah sebahagian daripada dirimu
Ia boleh diam dan tidur tetapi tidak berputus asa
Perlulah engkau sentiasa berwaspada.


Barangsiapa mendengar seseorang melakukan suatu perbuatan mungkar,
namun ia tidak berusaha mencegahnya, kelak ia akan datang di hari
kiamat dalam keadaan tuli dan terpotong kedua telinganya


~Sayyidina Anas bin Malik~